Satu ponsel merek lokal masuk lagi ke pasar. micXon, begitu nama lengkapnya, mencoba peruntungan dengan menghadirkan tiga tipe sekaligus. Ketiganya dual on.
———
S-600
Tampilan fisiknya bak pinang dibelah dua dengan Nokia 5700. Bedanya, bagian bawah ponsel ini tidak bisa diputar. Sekadar untuk menguji tingkat kemiripan S-600 dengan 5700, suatu malam penulis iseng singgah ke gerai penjualan resmi Nokia. Sambil melihat-lihat ponsel dummy yang dipamerkan, penulis sengaja menggenggam S-600. Salah satu karyawan yang sejak awal menyangka penulis memakai 5700 terkejut kala penulis menyentuh layar “5700 jadi-jadian”.
“Lho kok touch screen?” ujar si karyawan dengan nada keheranan. Bila 5700 tidak berlayar sentuh, S-600 memang dibekali dengan layar sentuh. Di sisi kiri atas ponsel dual on GSM-GSM ini sepintas terdapat sebuah kamera untuk ber-video call. Padahal, “kamera” itu lebih sebagai pemanis tampilan yang takkan dapat difungsikan. Di buku petunjuk pemakaian pun, “kamera” tersebut tidak pernah disinggung.
Hal unik dari ponsel berharga jual Rp 1,55-1,6 juta ini, di bagian bawah-belakang terdapat ruang penyimpanan handsfree bluetooth. Untuk memakai handsfree bluetooth yang telah disertakan dalam paket penjualan itu, pengguna tinggal melepas lalu memutar bagian earphone-nya. Tuntas menggunakannya, pasangkan lagi ke ruang penyimpanan dan baterai handsfree bluetooth otomatis akan diisi ulang.
M-88
Bila “wajah” S-600 menyerupai Nokia 5700, tampilan fisik M-88 mirip dengan Nokia N82. Dual on GSM-CDMA merupakan fitur unggulan M-88. Ponsel yang dipasarkan di rentang harga Rp 1,75-1,8 juta ini dilengkapi dengan buku telepon berkapasitas 600 nama multiple entry dan fitur blacklist untuk menolak panggilan dari nomor-nomor tertentu.
MTV-800
Mirip Nokia tipe apa? Tak ada. MTV-800 memiliki wajah yang bercita rasa sama dengan ponsel merek lokal lain. Sisi paling menarik dari ponsel ini, dua nomor GSM dapat siaga bersamaan dan memiliki fitur analog TV tuner. Artinya, pengguna bisa menonton siaran televisi secara gratis sekaligus lebih leluasa menikmati perang tarif antaroperator GSM yang sedang berlangsung.
Pengguna dimungkinkan “memotret” siaran televisi yang sedang ditonton dan menyimpannya dalam format JPG. Berbeda dengan S-600 maupun M-88, MTV-800 yang dijual Rp 1,975-1,995 juta punya fitur radio FM.
Dua informasi tambahan yang perlu diketahui calon konsumen micXon, paket penjualan S-600 dan MTV-800 termasuk adapter yang memungkinkan pengguna mengisi ulang baterai memakai charger Nokia.
Seluruh ponsel micXon generasi pertama ini berkamera. Tetapi, lebih baik fitur itu dianggap tidak ada. Selain performanya relatif buruk, resolusi yang disebutkan di brosur, kardus, dan bodi ponsel tak selalu sesuai dengan kenyataan.
Di kardus S-600 tertulis bahwa ponsel itu berkamera dua megapiksel. Sedangkan di brosur dan bodi ponsel, resolusi kamera tercetak 1,3 megapiksel. Praktiknya ukuran foto terbesar yang mampu dihasilkan kamera S-600 adalah 1280 x 1024 piksel alias 1,3 megapiksel.
Beralih ke M-88. Brosur, kardus, dan bodi ponsel kompak menuliskan dua megapiksel. Uji pakai yang penulis lakukan membuktikan bahwa kamera M-88 hanya sanggup memproduksi foto berukuran maksimal 1,3 megapiksel.
Kenyataan terparah ditemukan pada MTV-800. Disebut-sebut berkamera dua megapiksel, ternyata, resolusi foto terbesar yang dihasilkan 640 x 480 piksel alias setara dengan 0,3 megapiksel saja.
Singkatnya, bila Anda melirik micXon karena fungsi dual on-nya, Anda boleh melanjutkan lirikan Anda. Namun, bila Anda jatuh hati dengan micXon lantaran kamera megapikselnya, ingatlah pepatah yang berbunyi “sesal kemudian tak berguna”. (Herry S.W.)