Posted by: x86free | Mei 15, 2008

Setelapak Tangan, Bisa 3,5 G

Nama lengkap ultra mobile PC (UMPC) ini Fujitsu Lifebook U1010. Bisa dibaca sebagai “you ten ten” dan dipelesetkan menjadi “you tenteng.” Memang, dengan fisik yang mungil dan berat kurang dari satu kilogram, gadget ini nyaman ditenteng ke mana pun.

U1010 generasi terbaru dilengkapi dengan built-in modem HSDPA 3,6 Mbps alias 3,5G. Ia tersedia dalam dua varian. Pertama, U1010g, memakai hard disk 40 GB dan dijual USD 1.478. Anggaplah nilai tukar rupiah sebesar Rp 9.260 per satu dolar AS. Berarti, harga U1010g Rp 13,68 juta. Kedua, U1010s, menggunakan hard disk 60 GB dan dibanderol USD 1.498 atau sekitar Rp 13,87 juta. Varian pertamalah yang penulis uji pakai.

Panjang dan lebar U1010g begitu kecil. Dengan demikian, telapak tangan penulis mampu menutupi satu sisi UMPC dengan baik. Layarnya berukuran 5,6 inci dan dapat diputar maupun dilipat.

Untuk membuat satu naskah, contohnya, ada tiga metode input yang bebas pengguna pilih. Yakni, memakai QWERTY keyboard seperti di kebanyakan notebook, keyboard virtual, dan pengenalan tulisan tangan.

Tombol keyboard yang tergolong mungil berpotensi mengurangi kenyamanan mengetik sebagian pengguna U1010g. Misalnya, penulis yang berjari besar dan terbiasa mengetik dengan sepuluh jari.

Pengguna bisa pula “mengetik” via keyboard virtual. Ambil dulu stylus yang terselip di bagian atas layar. Lalu, putar dan lipatlah layar U1010g sampai menjadi seperti tablet PC atau “PDA berlayar ekstralebar”. Nah, sekarang saatnya menyentuh huruf-huruf di keyboard virtual yang tampil di layar.

Satu alternatif lain memanfaatkan fungsi pengenalan tulisan tangan. Dengan stylus, pengguna mencoret-coret layar layaknya menulis di selembar kertas. Tampilan layar bebas diatur horizontal atau vertikal.

Ketika hendak berinternet, jalankan aplikasi Watcher. Sebelumnya, kartu SIM tentu harus dipasangkan ke slot yang tersedia. Klik Connect dan sesaat kemudian pengguna akan terkoneksi ke dunia maya.

Lain waktu, kala berada di area yang menyediakan akses Wi-Fi gratis, pengguna tinggal menyalakan koneksi Wi-Fi terintegrasi di U1010g. Ada foto di ponsel yang hendak disimpan di U1010g? Karena U1010g dibekali dengan built-in bluetooth, transfer dengan cepat dan mudah dapat dilakukan via bluetooth.

Agar tak sembarangan orang dapat memakai U1010g, pengguna bisa mengaktifkan kode pengaman sidik jari. Satu di antara sepuluh jari pengguna harus digeserkan ke sensor sidik jari supaya akses ke U1010g terbuka.

Menurut penulis, U1010g lebih tepat diposisikan sebagai notebook pelengkap. Bawalah UMPC itu saat hendak bepergian dan perlu melakukan pekerjaan ringan memakai komputer. Saat statis berjam-jam di kantor, contohnya, gunakan notebook berlayar minimal 12 inci atau desktop PC. Alternatif lain membeli port replicator, kemudian menghubungkan U1010g dengan keyboard dan monitor eksternal. Jadi, UMPC berwarna hitam tersebut hanya difungsikan sebagai central processing unit alias CPU. (Herry S.W./kkn)

Leave a response

Your response:

Kategori